Babinsa Dampingi Program PMT untuk Cegah Stunting di Desa Karangjambe

Babinsa Dampingi Program PMT untuk Cegah Stunting di Desa Karangjambe

Babinsa Dampingi Program PMT untuk Cegah Stunting di Desa Karangjambe

Banjarnegara - Di ujung barat Kecamatan Wanadadi, suasana pagi di Desa Karangjambe tampak berbeda sejak beberapa minggu terakhir. Setiap hari, sekitar pukul 09.00 WIB, sekelompok ibu bersama balita mereka berkumpul di balai desa dengan harapan yang sama: melihat buah hati mereka tumbuh sehat dan kuat.

 

Selasa (29/07/25), menjadi hari ke-85 pelaksanaan Program Pendampingan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang difokuskan bagi balita stunting, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta anak-anak dengan penyakit bawaan. Program ini tidak hanya digerakkan oleh Dana Desa, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Koramil 03/Wanadadi, Kodim 0704/Banjarnegara.

 

Dalam diam, namun penuh ketegasan, para Babinsa hadir setiap hari mendampingi jalannya program, memastikan penerima manfaat mendapatkan hak mereka. Kehadiran TNI di tengah-tengah warga bukan hanya soal pengamanan, tetapi tentang pengabdian dan perhatian pada masa depan generasi bangsa.

 

“TNI tidak hanya bicara pertahanan negara. Tapi juga ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan masa depan anak-anak kita,” tutur Kapten Arh Rahmun, Danramil 03/Wanadadi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak dan ibu hamil mendapat perhatian penuh, terutama mereka yang rentan secara gizi.”

 

Program ini sudah berjalan sejak 28 Mei 2025 sebagai bagian dari tahap ketiga dalam rangkaian PMT 90 hari. Sebanyak 11 orang penerima manfaat dibagi dalam tiga kategori. Mereka mendapat menu bergizi senilai Rp16.000 per hari, berupa nasi, ayam, sayur capcay, dan buah pepaya sajian sederhana, namun penuh makna.

 

Ibu Santi, salah satu penerima manfaat sekaligus orang tua dari Sakkana Ihza Fauziyah, tak kuasa menahan haru saat membagikan pengalamannya. “Dulu anak saya susah makan, berat badannya susah naik. Sekarang, setiap hari makan habis. Alhamdulillah, mulai terlihat sehat,” ujarnya sambil tersenyum. “Terima kasih kepada kader, TNI, dan pemerintah desa.”

 

Program ini tak akan berjalan tanpa kehadiran para kader desa: Yulia, Nurul, dan Sabimah. Setiap hari, mereka mendatangi rumah penerima, memastikan makanan sampai tepat waktu, mencatat perkembangan kesehatan, dan memberikan edukasi tentang gizi seimbang. Kehadiran Babinsa menjadi penguat di lapangan, sekaligus penghubung antara warga, pemerintah desa, dan instansi terkait.

 

Program PMT ini dijadwalkan akan berakhir pada hari ke-90. Namun, dampaknya diyakini akan jauh melampaui tanggal itu karena yang ditanam di Desa Karangjambe bukan sekadar makanan, tetapi kesadaran, kebersamaan, dan harapan akan masa depan yang lebih sehat.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow