Danramil 02 Klampok Bersama Babinsa Melaksanakan Kegiatan Pendampingan Pengentasan Stunting
Danramil 02 Klampok Bersama Babinsa Melaksanakan Kegiatan Pendampingan Pengentasan Stunting
Banjarnegara - Program Pimpinan TNI AD, Danramil 02/ Klampok Kapten Inf Arief Herry SBW beserta dua orang Anggota Babinsa mendampingi Kegiatan Posyandu dengan sasaran Anak Balita dan ibu hamil Guna Upaya Pencegahan Stunting bertempat di Posyandu Lestari 04 Di Rumah Bapak Basuki RT 06 RW 06 Dusun Sidareja Desa Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara, Jumat (10/10/2025).
Danramil 02/Klampok Kapten Inf arief herry SBW mengatakan kegiatan Babinsa mendampingi Bidan Desa dalam hal ini program TNI Angkatan Darat untuk memberikan layanan kepada masyarakat melalui kegiatan pemberian makanan tambahan bergizi yang berupa bubur kacang hijau untuk mencegah pertumbuhan Stunting pada anak2 balita di wilayah Kecamatan Purwareja Klampok Kab banjarnegara
“jadi kita melaksanakn program2 dari pimpinan TNI AD memberikan pendampingan dan pemberikan makanan tambahan yang bergizi untuk mencegah stunting kata Danramil 02/klampok Kapten Inf Arif Herry SBW
Kapten Inf Arif Herry SBW Menjelaskan ,Peran Babinsa di wilayah untuk mendukung penuh Program Percepatan Penurunan Stunting melalui kegiatan-kegiatan pendampingan posyandu dan pemberian bantuan makanan bergizi kepada keluarga beresiko Stunting.
“Danramil dalam kesempatan ini ikut hadir dan memantai langsung kegiatan Babinsa untuk komunikasi dengan pemerintah desa setempat, segera mendata seluruh keluarga yang beresiko Stunting supaya anak2 bebas dari gizi buruk minimal bisa pencegahan Stunting” terang Danramil 02/Klampok Kapten Inf Arief Herry SBW.
Ia menambahkan, salah satu penyebab terjadinya Stunting pada anak yaitu akibat kekurangan gizi seperti kurangnya makanan bergizi yaitu sayur-sayuran, buah2an, daging, ikan dan tambahan minuman seperti susu.
Anak stunting mengalami pertumbuhan dan perkembangan tidak maksimal, ini menyebabkan tubuh mereka pendek dari anak seusia mereka, selain itu sulit berkonsentrasi sehingga prestasi sekolah rendah dan berisiko mengalami penyakit dan kekurangan gizi
Kompleksitas intervensi program Percepatan Penurunan Stunting tidak dapat dilakukan oleh siapa saja, namun pemerintah memberikan ruang apresiasi dan kontribusi kepada seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk berperan serta dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting
diharapkan mampu menguatkan peran TNI dalam bersinergi bersama membangun bangsa melalui kegiatan-kegiatan strategis. Kolaborasi yang dilakukan antara Beberapa eleman masyarakat dengan TNI.
“Kami yakin dan percaya dengan kolaborasi dan sinegritas mampu memberikan hasil yang baik bagi pembangunan bangsa dan dalam upaya menciptakan generasi unggul di masa depan, generasi yang bebas Stunting,”
pendekatan keluarga yang berfokus pada pencegahan terjadinya Stunting baru dengan melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko melahirkan anak-anak Stunting, dengan prioritas pendampingan kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, ibu pasca salin dan anak usia dibawah 2 tahun, tutupnya.
What's Your Reaction?