Peduli Generasi Sehat Koramil 03 Wanadadi Dampingi Program PMT untuk Tekan Stunting di Desa Kasilib

Peduli Generasi Sehat Koramil 03 Wanadadi Dampingi Program PMT untuk Tekan Stunting di Desa Kasilib

Peduli Generasi Sehat Koramil 03 Wanadadi Dampingi Program PMT untuk Tekan Stunting di Desa Kasilib

Banjarnegara - Suasana hangat menyelimuti Balai Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Selasa (15/07/2025). Di tengah kesibukan para kader kesehatan menyiapkan paket makanan, dua anggota TNI dari Koramil 03/Wanadadi tampak aktif membantu. Mereka tidak hanya terlibat dalam pengemasan, tetapi juga mendampingi langsung proses distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang masuk kategori rawan stunting.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penurunan angka stunting yang juga menjadi program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Dalam pelaksanaannya, Koramil turut ambil bagian, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi masa depan.

 

“Kami berharap dengan pendampingan dan distribusi PMT yang tepat sasaran ini, kesehatan balita dan ibu hamil di Desa Kasilib semakin membaik,” ungkap Danramil 03/Wanadadi, Kapten Arh Rahmun.

 

Stunting, menurut para kader, umumnya terdeteksi melalui kegiatan rutin Posyandu melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan, yang disesuaikan dengan usia anak. Ketika ditemukan gejala kekurangan gizi kronis, langkah cepat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan secara berkala.

 

Program PMT di Desa Kasilib kali ini didanai dari anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan bersinergi dengan Dana Desa serta dukungan dari Banku. Sebanyak lima balita berusia 6 hingga 59 bulan menjadi sasaran utama Arjuna A (RT 1/2), Aisya NA (RT 2/3), Raska AA (RT 4/3), Kanza Z (RT 3/1), Fityoh AH (RT 3/2).

 

Mereka masing-masing menerima makanan tambahan dengan nilai indeks Rp16.500 per hari, yang terdiri dari makanan bergizi seimbang seperti telur, sayuran, karbohidrat, dan susu.

 

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada seorang ibu hamil bernama Hasanah (RT 1/2) yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Ia mendapat jatah PMT selama 120 hari dengan indeks harian sebesar Rp21.500. Program ini menjadi upaya intervensi langsung terhadap risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah.

 

Ketua Kader Kesehatan Desa Kasilib, Ibu Sawinah, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa dalam pelaksanaan kegiatan ini.

 

“Kami optimis melalui kolaborasi ini, program penanganan stunting dapat berjalan efektif dan membawa perubahan positif bagi anak-anak dan ibu hamil di desa kami,” katanya.

 

Dengan semangat gotong royong dan pendampingan langsung dari TNI, program PMT diharapkan menjadi strategi jangka panjang dalam perbaikan gizi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Kehadiran Babinsa yang ikut terjun langsung memberi sinyal kuat bahwa permasalahan stunting bukan hanya urusan dinas kesehatan melainkan tanggung jawab bersama.

 

Dari Desa Kasilib, sebuah harapan besar dibangun: lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan tumbuh dengan gizi yang layak.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow