Sinergi Forkopimda Banjarnegara Jaga Malam Takbiran Terhubung Langsung dengan Kapolri
Sinergi Forkopimda Banjarnegara Jaga Malam Takbiran Terhubung Langsung dengan Kapolri
Banjarnegara - Suasana malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Banjarnegara terasa berbeda. Dari Pos Terpadu Alun-Alun Banjarnegara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti monitoring nasional secara virtual bersama jajaran Mabes Polri, Jumat (20/03/2026).
Di pos yang menjadi pusat pengamanan tersebut, hadir Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, serta Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, S.H., S.I.K., M.H. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di momen sakral Idulfitri.
Layar monitor di Pos Terpadu menampilkan suasana rapat virtual yang menghubungkan berbagai daerah di Indonesia. Dari sana, arahan strategis disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan Polri untuk memastikan kesiapan seluruh personel di lapangan.
Dalam arahannya, Kakorlantas Polri Brigjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan arus mudik dan balik. Lebih dari itu, operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, bahkan beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan apresiasi atas soliditas seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah daerah. Ia menilai sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas selama periode mudik dan perayaan hari besar keagamaan.
Namun demikian, Kapolri juga mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa di antaranya adalah potensi kemacetan di titik-titik penyeberangan, kepadatan di wilayah aglomerasi, serta lonjakan pengunjung di destinasi wisata.
“Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, termasuk pengawasan di tempat-tempat wisata, khususnya wisata air, guna mencegah terjadinya kecelakaan,” tegasnya dalam sambungan virtual tersebut.
Selain fokus pada arus mudik, perhatian juga diarahkan pada arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 23 hingga 24 Maret 2026. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas diminta untuk dipersiapkan secara matang guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Di sela kegiatan, suasana Pos Terpadu Alun-Alun Banjarnegara tetap hidup. Petugas gabungan tampak siaga, sementara masyarakat yang melintas sesekali berhenti untuk beristirahat atau sekadar mencari informasi perjalanan. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah-tengah aktivitas tersebut memberikan rasa tenang sekaligus semangat bagi para petugas.
Melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan malam takbiran hingga puncak perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Banjarnegara dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh khidmat.(pendimbna).
What's Your Reaction?