TNI AD Bersinergi dengan Pemerintah Cegah Stunting di Purwareja Klampok

TNI AD Bersinergi dengan Pemerintah Cegah Stunting di Purwareja Klampok

TNI AD Bersinergi dengan Pemerintah Cegah Stunting di Purwareja Klampok

Banjarnegara - Suasana hangat dan penuh semangat terasa di halaman rumah Bapak Basuki, RT 06 RW 06, Dusun Sidareja, Desa Purwareja, Kecamatan Purwareja Klampok, Kamis (07/08/2025). Posyandu Lestari 07 hari itu menjadi pusat perhatian, ketika puluhan balita bersama orang tua hadir mengikuti kegiatan Upaya Pencegahan Stunting, program kolaborasi Pemerintah Pusat dan TNI Angkatan Darat.

 

Danramil 02/Klampok Lettu Inf Arief Herry SBW menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan penuh TNI AD terhadap program nasional percepatan penurunan stunting. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mendampingi bidan desa memberikan layanan kesehatan sekaligus membagikan makanan tambahan bergizi berupa susu sapi murni kepada balita.

 

“Kami membantu pemerintah tidak hanya dengan memberikan makanan tambahan, tetapi juga edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting,” ujar Lettu Inf Arief Herry SBW.

 

Menurutnya, Babinsa diarahkan untuk menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah desa, mendata keluarga yang berisiko stunting, serta memberikan pendampingan. Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya konsumsi sayur, buah, protein hewani, dan tambahan minuman bergizi seperti susu.

 

“Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi. Anak-anak stunting tidak hanya tumbuh dengan tinggi badan yang kurang, tetapi juga bisa mengalami kesulitan konsentrasi, prestasi belajar rendah, dan rentan penyakit metabolisme,” jelasnya.

 

Lettu Inf Arief Herry SBW menegaskan, percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama semua pihak. Kolaborasi yang dilakukan, seperti melalui program TNI Manunggal KB Kesehatan, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.

 

“Kami yakin, dengan kolaborasi dan sinergi lintas sektor, kita dapat mewujudkan generasi unggul bebas stunting, yang sehat, cerdas, dan siap menjadi penerus bangsa,” tegasnya.

 

Pendekatan keluarga menjadi fokus utama, terutama bagi calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia di bawah dua tahun. Pendampingan ini bertujuan mencegah terjadinya stunting sejak dini.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Klampok seperti Ibu Rina Kurniawati, Amd.Keb., Ibu Lia Fitriani, S.Kep., Ns., Bidan Desa Ibu Armidah, para kader Posyandu, serta ahli gizi Puskesmas 1 Klampok Ibu Mei. Sebanyak 30 balita tercatat mengikuti kegiatan pemeriksaan, edukasi, dan pembagian makanan bergizi hari itu.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow